Mikroskop: Pengertian, Sejarah, Jenis, Bagian-Bagian, Cara Menggunakan, dan Cara Merawat

Mikroskop: Pengertian, Sejarah, Jenis, Bagian-bagian, Cara Menggunakan, dan Cara Merawat

Jika kamu adalah orang yang pernah masuk lab pasti tahu dengan alat yang bernama mikroskop. Alat ini berfungsi untuk melihat benda-benda berukuran mikroskopis.

Tetapi, apakah kamu tahu bagian-bagian dari mikroskop ini? Selain itu, mikroskop ternyata punya beberapa jenis mulai dari yang sangat simpel hingga yang sederhana.

Maka dari itu, supaya kamu betul-betul paham mengenai mikroskop ayo membaca artikel ini sampai selesai. Lets go!!!


Pengertian Mikroskop

Mikroskop adalah alat optik pada laboratorium untuk melihat benda-benda yang berukuran sangat kecil (mikroskopis). Benda-benda yang dapat dilihat mikroskop adalah benda-benda berukuran mikrometer (μm) hingga nanometer (nm) yang mampu dibesarkan hingga ribuan kali tergantung dari jenis mikroskopnya.

Mikroskop terdiri dari beberapa lensa yang dapat membuat ukuran benda yang kecil menjadi sangat besar sehingga bisa diamati dengan mata manusia.

Contoh benda-benda tersebut adalah sel tumbuhan dan sel hewan, mikroorganisme, mikroplastik, dan lain-lain yang berukuran kecil. 

Keberadaan mikroskop sangat membantu cabang ilmu dari Biologi, yaitu mikrobiologi yang berfokus pada mikroorganisme.


Sejarah Mikroskop

Sejarah mikroskop dimulai dari abad 17 di Benlanda. Zacharias Janseen telah membuat prototipe dari mikroskop namun masih belum sempurna. Kemudian pada tahun 1670-an, Antonie van Leeuwenhoek mampu membuat mikroskop sederhana yang dapat membuatnya mengamati hal-hal kecil.

Temuan Leeuwenhoek tersebut mengubah pandangan manusia tentang awal mula datangnya kehidupan. Penemuan ini juga sekaligus membuka masa kejayaan mikrobiologi untuk meneliti mikroorganisme lebih jauh.

Perkembangan mikroskokop selanjutnya terjadi pada abad ke-19 oleh ilmuwan Jerman yang bernama Ernst Abbe. Temuan Abbe mengarah kepada pengembangan prinsip-prinsip optik baru yang memungkinkan pembuatan lensa dengan resolusi yang lebih tinggi.

Kemampuan resolusi lensa yang lebih tinggi membuat mikroskop mampu menghasilkan detail-detail kecil yang yag lebih jelas pada pengamatan sel dan mikroorganisme.

Sejak penemuan Abbe, mikroskop mengalami pengembangan yang pesat dan menjadi alat yang sangat penting dalam ilmu pengetahuan. Pada abad ke-20 tercipta mikroskop elektron yang memiliki kemampuan yang jauh lebih baik daripada mikroskop-mikroskop sebelumnya.


Bagian-bagian mikroskop

Bagian-bagian mikroskop
Hafsari, 2020


a) Lensa Okuler

Lensa okuler adalah lensa yang dekat dengan mata pengamat. Lensa ini akan membentuk bayangan maya, diperbesar, dan tegak. 

b) Tubus Okuler

Tubus okluer juga dapat disebut tabung mikroskop adalah bagian yang menghubungkan antara lensa objektif dengan lensa okuler. 

c) Revolver

Revolver adalah bagian tempat lensa objektif terpasang. Jika kamu ingin mengganti ukuran lensa objektif, maka bagian yang kamu putar adalah revolvernya bukan lensa objektifnya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko terjadi kerusakan pada lensa objektif.

d) Lengan mikroskop

Lengan mikroskop adalah tempat kamu membawa mikroskop dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan tangan terkuatmu.

e) Lensa Objektif

Lensa objektif adalah lensa yang dekat dengan objek yang diamati. Lensa ini akan membentuk bayangan nyata, terbalik, dan diperbesar.

f) Meja benda

Meja benda adalah tempat kamu meletakkan preparat kaca yang berisi objek yang diamati.

g) Penjepit

Penjepit terpasang pada meja benda dan berfungsi untuk mencegah kaca preparat bergeser yang akan mengganggu pengamatan.

h) Makrometer

Makrometer adalah pemutar kasar yang berfungsi untuk mengatur fokus lensa ke objek dengan menggerakkan tabung atau tubus okuler.

i) Mikrometer

Mikrometer adalah pemutar halus yang berfungsi mengatur fokus lensa ke objek. Perbedaan dengan makrometer adalah pergerakan tabung sangat kecil sehingga dapat memfokuskan objek dengan lebih detail.

j) Penyangga

Penyangga adalah bagian yang berfungis untuk menyanggah mikroskop supaya dapat berdiri tegak.

k) Diafragma

Diafragma berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke objek dengan memutar kekanan atau kekiri.

l) Kondensor

Kondensor adalah lensa tambahan pada diafragma yang berfungsi mengumpulkan cahaya dari sumber cahaya dan diteruskan ke objek. Jumlah cahaya yang dikumpulkan dapat diatur dengan cara menaikkan dan menurunkan kondensor

m) Sumber cahaya

Sumber cahaya pada mikroskop dapat berasal dari pantulan cermin atau senter pada bagian bawah. Jika sumber cahaya berasal dari senter maka mikroskop harus dicolokkan ke sumber listrik. Sedangkan jika sumber cahaya berasal dari pantulan cermin maka mikroskop harus dekat dengan jendela.

n) Kaki mikroskop

Kaki mikroskop berfungsi sebagai tempat mikroskop berdiri. Bagian kaki mikroskop biasanya diberi bantalan supaya tidak licin.


Jenis Mikroskop

Saat ini sudah ada 7 jenis mikroskop yang memiliki kemampuan yang berbeda. Berikut akan dijelaskan jenis-jenis mikroskop secara singkat

1. Mikroskop Cahaya

Mikroskop cahaya adalah mikroskop yang paling mudah ditemui di dalam lab. Mikroskop ini mampu memperbesar 1000x. Mikroskop ini biasanya memiliki tiga tabung okuler dengan berbagai ukuran. Mikroskop ini digunakan untuk mengamati sel-sel dan mikroorganisme. Terdapat dua jenis dari mikroskop ini, yaitu yang sumber cahayanya berasal dari cermin dan dari senter.

2. Mikroskop Stereo

Mikroskop stereo adalah mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk mengamati objek yang relatif besar dengan perbesaran 7 hingga 30x. Benda yang diamati pada mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi. Perbedaan dengan mikroskop ini adalah mikroskop ini memiliki ketajaman yang lebih tinggi dan sumber cahaya berasal dari atas.

3. Mikroskop Elektron

Mikroskop Elektron adalah mikroskop yang mampu melakukan pembesaran hingga 2 juta kali. Mikroskop ini menggunakan elektro statik dan elektro magnetik untuk mengatur cahaya. Mikroskop ini membutuhkan energi yang lebih banyak daripada mikroskop cahaya.

4. Mikroskop Ultraviolet

Mikroskop ultraviolet adalah mikroskop yang memiliki gelombang yang lebih pendek dari mikroskop cahaya. Penggunaan cahaya ultraviolet dapat meningkatkan daya pisah menjadi 2 kali lipat daripada mikroskop cahaya. Mikroskop ini membutuhkan piringan peka cahaya photografi plate supaya dapat mengamati objek.

5. Mikroskop Flourescene

Mikroskop Flourescene adalah mikroskop yang digunakan untuk mendeteksi benda asing atau antigen dalam jaringan. Protein antibodi yang khas dipisahkan dari serum dengan pewarna pendar. 

6. Mikroskop Medan Gelap

Mikroskop Medan Gelap adalah mikroskop yang khusus digunakan untuk mengamati bakteri hidup. Mikroskop ini memiliki kondensor khusus yang dapat membentuk kerucut hampa berkas cahaya yang dapat dilihat.

7. Mikroskop Fase kontras

Mikroskop fase kontras adalah mikroskop yang dapat melihat bakteri hidup dengan memodifikasi susunan filter dan diafragma. Modifikasi tersebut akan menghasilkan perbedaan fase terang dan gelap. 


Cara Menggunakan Mikroskop

Sekarang mari kita bahas cara menggunakan mikroskop yang benar berdasarkan pengalaman saya dan literasi dari buku dan media.

1. Siapkan alat-alat untuk pengamatan, seperti mikroskop, jas lab, kaca preparat, dan kaca penutup.

2. Jika mikroskop yang digunakan membutuhkan listrik maka carilah tempat yang dekat dengan colokan listrik dan jika mikroskop menggunakan cermin sebagai sumber cahaya maka carilah tempat seperti disamping jendela.

3. Letakkan kaca preparat yang telah berisi objek untuk diamati dan jepit kaca preparat supaya tidak bergeser.

4. Atur cahaya yang masuk pada mikroskop

5. Amati objek dengan mendekatkan mata pada lensa okuler dan gunakan perbesaran lensa objektif yang terkecil terlebih dahulu.

6. Putar-putar makrometer dan mikrometer untuk memfokuskon objek sehingga terlihat jelas.

7. Jika pengamatan sudah selesai maka ambil kaca preparat dan posisikan meja benda atau tabung okuler pada posisi tertinggi.


Cara Merawat Mikroskop

Supaya mikroskop awet tentunya cara menyimpan dan merawatnya juga harus benar. Berikut ini cara merawat mikroskop dengan benar.

1. Simpan di tempat tertutup dan kering supaya lensa tidak ditumbuhi jamur

2. Selalu bersihkan lensa dengan kain yang lembut seperti kain mikrofiber. Gosok dengan pelan dan halus

3. Jika ingin memindahkan mikroskop, pegang lengan mikroskop dengan tangan terkuat dan tumpu kaki mikroskop dengan tangan yang lain. Mikroskop dipegang dengan menghadapkan mikroskop ke depan.

4. Bersihkan mikroskop dengan rutin

5. Jika terjadi kerusakan maka panggil teknisi ahli untuk memperbaiki mikroskop.



Referensi

Bagian bagian Mikroskop Beserta Fungsi dan Penjelasannya (detech.co.id)

Jenis-Jenis Mikroskop (miconos.co.id)

Hafsari, A.R. 2020. MIkrobiologi Dasar.  Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Nuansa, Tim. (2022). Ensiklopedi Teknologi Penemuan dan Perkembangannya dari Mikroskop hingga Plastik. Bandung: Nuansa Cendekia

Suparti. 2019. Mikroskop. Semarang: Alprin.

Komentar