Piramida Ekologi: Pengertian, Jenis, dan Manfaat

Piramida Ekologi: Pengertian, Jenis, dan Manfaat

Doc. Pribadi

Sebuah ekosistem memiliki banyak sekali makhluk hidup mulai dari tanaman, hewan, bahkan manusia. Setiap makhluk hidup tersebut berinteraksi satu sama lain seperti makan-memakan. 

Untuk memudahkan interaksi makan-memakan makhluk hidup, maka dibuatlah piramida ekologi untuk mempermudah pemetaan transfer energi antar makhluk hidup.

Piramida ekologi sendiri terdiri dari tiga jenis. Maka dari itu, yuk simak artikel ini supaya kamu semakin mengenal biologi. Lets go!!!


Pengertian Piramida Ekologi

Piramida ekologi adalah piramida abstrak yang menunjukkan struktur trofik dan fungsi trofik komponen-komponen biotik (makhluk hidup) suatu ekosistem. 

Di dalam piramida ekologi komponen trofik 1 selalu berada di paling bawah dan biasanya diisi oleh produsen. Diatasnya diisi oleh konsumen primer (trofik 2) yang berisi hewan herbivora. Diatas trofik 2 diisi oleh konsumen sekunder yang berisi hewan karnivora (trofik 3) dan seterusnya.

Semakin keatas jumlah organisme yang mengisi piramida semakin sedikit. Hal ini merupakan sebuah keseimbangan yang terjadi di dalam ekosistem dimana jumlah makanan lebih banyak daripada jumlah pemakan.

Coba kamu bayangkan ada 10 ekor singa dan hanya satu ekor zebra dalam suatu padang rumput. Pastinya hanya akan ada 1 singa yang makan zebra tersebut sementara singa lainnya akan kelaparan dan dapat mati. 

Maka dari itu, overpopulasi merupakan hal yang sangat mengerikan karena makhluk hidup akan memperebutkan makanan dan tidak akan segan-segan untuk menyingkirkan makhluk hidup lain demi dapat makan.


Jenis Piramida Ekologi

1. Piramida Jumlah

Piramida jumlah adalah piramida ekologi yang menunjukkan jumlah organisme tiap trofik. Piramida ini dipelopori oleh Charles Elton seorang ekologi Inggris. Dia menciptakan piramida ini pada abad ke-20.

Semakin keatas (semakin tinggi tingkatan trofiknya) jumlah organismenya semakin sedikit. Sedangkan semakin ke bawah (semakin rendah tingkat trofiknya) jumlah organismenya semakin banyak. Jumlah organisme dihitung dalam area tertentu.

Doc. Pribadi

2. Piramida Biomassa

Piramida biomassa adalah piramida yang menunjukkan massa organisme (biomassa) tiap tingkat trofik. Tiap individu diukur massa keringnya, lalu ditimbang dan dicatat.

Ukuran yang digunakan untuk menghitung biomassa adalah  gram/matau kg/ha. Piramida ini dibuat berdasarkan total massa organisme dalam suatu waktu.

Piramida biomassa ada dua jenis, yaitu piramida biomassa tegak dan terbalik

Piramida biomassa tegak menunjukkan massa gabungan semua produsen memiliki jumlah yang lebih banyak daripada massa gabungan tingkat konsumennya. Piramida ini sering ditemukan pada ekosistem darat.

Piramida biomassa terbalik menunjukkan massa gabungan semua produsen memiliki jumlah yang lebih sedikit daripada massa gabungan tingkat konsumennya. Meskipun jumlah produsen lebih sedikit, tetapi produsen ini mampu menopang kebutuhan pangan konsumen diatasnya. Piramida ini biasanya ditemukan pada ekosistem perairan.

Doc. Pribadi


3. Piramida Energi

Piramida energi menunjukkan perpindahan energi pada setiap trofik. Produsen akan memiliki jumlah energi terbanyak dan akan terus menurun setiap naik 1 torfik sehingga organisme yang ada di puncak piramida akan memiliki energi yang paling sedikit.

Doc. Pribadi

Jika kamu memperhatikan dengan seksama, maka kami akan melihat semakin keatas energinya semakin sedikit. Alasan setiap energi semakin menurun adalah karena tiga hal berikut

1) Tidak semua bagian makanan dapat dicerna dan beberapa bagiannya menjadi residu (kotoran)

2) Hanya ada beberapa saja makanan yang dimanfaatkan oleh organisme diatasnya.

3) Sebagian energi yang dipunya telah digunakan untuk aktivitas

Menurut Cerdika, iramida energi dianggap piramida terbaik karena tidak terpengaruh ukuran organisme, menunjukkan efektivitas ekosistem, dan menunjukkan fungsi komunitas pada suatu ekosistem. 


Fungsi Piramida Ekologi

Menurut tirto, ada tiga fungsi dari piramida ekologi:

1) Menunjukkan aktivitas makan dan dimakan setiap organisme pada ekosistem yang berbeda

Setiap ekosistem pastinya memiliki keunikan tersendiri. Dengan piramida ekologi ini dapat menunjukkan bagaiam perbedaan setiap ekosistem.

2) Menunjukkan bagaimana efisiensi setiap trofik

Setiap organisme memiliki mekanisme mencerna makanan yang berbeda. Dengan memetakan organisme menjadi beberapa trofik akan menunjukkan peneliti bagaiamana setiap trofik melakukan aktivitas makan dan pentransferan energi.

3) Membantu memantau kondisi ekosistem

Keberadaan setiap organisme akan berpengaruh terhadap ekosistem yang terbentuk. Jika ada keanehan pada piramida ekologi seperti jumlah konsumen yang terlalu banyak maka dapat dillakukan tindakan pencegahan.


Referensi

https://tirto.id/pengertian-piramida-ekologi-fungsi-jenis-jenis-dan-contohnya-gWlc

https://cerdika.com/piramida-ekologi/

Huda, K. 2020. Ekosistem: Mapel Biologi kelas X. Jakarta: Kementerian Pendidikan

Komentar