Ekologi: Pengertian, Sejarah, Manfaat, Ruang Lingkup

Ekologi: Pengertian, Sejarah, Manfaat, Ruang Lingkup

ekologi
doc pribadi

Semua makhluk hidup yang ada di Bumi membutuhkan satu sama lain untuk hidup. Tumbuhan membutuhkan miroorganisme untuk mengurai zat hara yang ada di tanah.

Maka dari itu, dibutuhkan suatu ilmu yang dapat berfokus untuk membahas hal tersebut. Ilmu tersebut adalah ilmu ekologi.

Ilmu ekologi adalah ilmu yang sangat erat berhubungan dengan lingkungan. Para peneliti ekologi pun pasti akan lebih banyak di alam daripada di lab.

Supaya kamu lebih paham ekologi yuk simak artikel kali ini. Lets go!!!


Pengertian

Secara etimologi ekologi berasal dari bahasa Yunani oikos (ecos) yang berarti rumah dan logos yang berarti ilmu. Yang berarti jika digabungkan menjadi ilmu yang mempelajari tentang rumah (lingkungan/ alam tempat tinggal).

Secara epistemologi, Ekologi adalah cabang ilmu Biologi yang membahas interaksi antara organisme atau makhluk hidup dengan lingkungannya. Setiap organisme memiliki lingkungannya masing-masing yang nyaman untuk ditinggali oleh mereka, tetapi belum tentu dapat ditinggali oleh organisme lain.

Ilmu ekologi akan mempermudah bagaimana, tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup lain berientaraksi seperti jadi produsen, kosumen, predator, ataupun parasit. Ilmu ekologi juga akan membahas interaksi antara biotik dan abiotik.

Ilmu ekologi juga disebut sebagai ilmu lingkungan karena sering kali membahas lingkungan tempat suatu makhluk hidup tinggal.

Lingkungan yang dibahas dalam ilmu ekologi adalah lingkungan hidup. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan lingkungannya yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Karena berhubungan dengan alam atau lingkungan, peneliti yang berfokus di bidang ekologi akan lebih banyak berada di alam daripada di lab. Buat kamu yang suka traveling dan punya passion di bidang biologi, maka ilmu ekologi akan sangat cocok untukmu.


Sejarah

Ilmu ekologi adalah ilmu baru yang baru ratusan tahun terbentuk. Ilmu ekologi pertama kali dikemukakan pada tahun 1866 oleh Ernst Haeckel dan pertama kali digunakan pada tahun 1869.

Ernst Haeckel menganggap bahwa setiap makhluk hidup di dunia ini menyusun ekosistem yang ada sehingga dibutuhkan pembatas dengan membuat ilmu ekologi.

Tetapi, konsep dari ekologi sendiri sudah ada sejak tahun 325 - 285 SM oleh filsuf Theophrastus yang mempelajari interaksi organisme dan lingkungannya.

Lamark pada tahun 1800 melakukan penelitian mengenai adaptasi organisme dengan lingkungan.

St. George Jackson menggunakan istilah 1811 heksikologi untuk merujuk studi atau ilmu yang mempelajari tentang organisme dan lingkungannya.

Krets (1972) mendefinisikan ekologi sebagai ilmu yang mempelajari semua interaksi yang menentukan keanekaragaman (distribusi dan kelimphahan) dari suatu organisme pda suatu tempat.


Ruang Lingkup

1) Organisme

Organisme adalah benda hidup atau makhluk hidup yang dapat bergerak, bernafas, dan membutuhkan makanan. Organisme bisa disebut juga sebagai individu. Contoh dari individu adalah seeokr singa jantan.

2) Populasi

Populasi adalah kumpulan organisme yang sejenis pada suatu tempat atau suatu waktu. Contoh dari populasi adalah populasi singa di Afrika.

3) Komunitas

Komunitas adalah kumpulan populasi yang menempati suatu wilayah pada suatu waktu. Setiap populasi tersebut akan berinteraksi satu sama lain. Contohnya adalah komunitas singa dan zebra. Populasi singa akan mengejar populasi zebra sebagai mangsa mereka.

4) Ekosistem

Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara biotik dan abiotik pada suatu tempat. Hubungan timbal balik ini sangat kompleks, tetapi akan menciptakan situasi yang seimbang bagi semua organisme di wiliyah tersebut.

5) Biosfer

Biosfer adalah kumpulan ekosistem yang ada di Bumi. Gampangnya Bumi tercinta ini adalah biosfer yang di dalamnya terdapat unsur biotik (hewan, tumbuhan, manusia, dsb) dan abiotik (air, udara, tanah, dsb)


Bidang Kajian Ekologi

Bidang kajian ekologi dibagi menjadi dua, yaitu Autekologi dan Sinekologi

1) Autekologi

Autekologi adalah kajian ekologi yang membahas satu jenis individu yang berinteraksi dengan lingkungannya. Kajian ini bersifat esperimental dan induktif yang berfokus pada sejarah hidup, adaptasi, perilaku, dan lain-lain. Contohnya adalah penelitian perilaku elang pada musim hujan

2) Sinekologi

Sinekologi adalah kajian ekologi yang membahas kelompok organisme yang berinteraksi dengan lingkungannya. Kajian ini bersifat filosofis, deduktif, dan deskriptif. Contohnya adalah penelitian keanekaragaman burung elang pada hutan.


Bidang kajian ekologi juga dapat dilihat dari sudut kajian. 

Sudut kajian ekologi dibagi menjadi 4 kajian, yaitu kajian ekologi berdasarkan habitat, taksonomi, energi produksi, dan ekologi struktur.

1) Kajian ekologi berdasarkan habitat

Kajian ini akan berfokus pada habitat tempat organisme tinggal. Contohnya adalah habitat air tawar, air asin, air payau, habitat hutan mangrove dan sebagainya.

2) Kajian ekologi berdasarkan taksonomi

Kajian ini akan berfokus pada pengelompokan organisme sesuai kekerabatannya. Pengelompokan ini dilakukan berdasarkan persamaan atau perbedaan morfologi dan genetik dari suatu komunitas. 

3) Kajian ekologi berdasarkan energi produksi

Kajian ini berfokus pada fungsi ekosistem yang mengalirkan materi dan energi di dalam ekosistem. Contohnya adalah kajian karbon dalam tumbuhan.

4) Kajian ekologi berdasarkan ekologi struktur

Kajian ini berfokus pada struktur dalam suatu ekosistem. Contohnya dalam suatu ekosistem bisa memiliki berbagai macam populasi, organisme, dan komunitas yang saling berhubungan.


Manfaat

1) Keanekaragaman

Banyak sekali jenis tumbuhan dan hewan yang ada di alam. Ekologi dapat memetakan bagaiamana suatu keanekaragaman populasi pada suatu tempat untuk mengetahui jenis ekosistem atau habitat pada suatu daerah tersebut.

2) Energi

Energi dalam setiap organisme itu berbeda-beda. Dalam piramida energi, bagian terbawah memiliki jumlah energi paling banyak dan bagian paling banyak memiliki jumlah energi paling sedikit. 

3) Lingkungan

Ekologi sangat berhubungan dengan lingkungan. Ekologi dapat mengetahui apakah suatu lingkungan dalam kondisi stabil atau tidak stabil. Peneliti ekologi dapat melakukan penelitian pada kualitas air, kualitas tanah, dan bahkan keanekaragaman komunitas untuk mengatahui bagaimana kondisi lingkungan atau ekosistem suatu tempat.


Referensi

https://www.postposmo.com/id/sejarah-ekologi/

https://www.gramedia.com/literasi/ilmu-ekologi/#1_Mengenal_Keanekaragaman_Hayati

Tim Nuansa. 2007. Ensiklopedi Bergambar Ekologi. Bandung: Nuansa Cendekia.

Woodward, J. dan Green, J. 2010. Ekologi: Bandung: Pakar Raya

Komentar