Minyak Makan Merah yang Lebih Murah dan Lebih Sehat
![]() |
| (doc. Pribadi) |
Beberapa hari yang lalu Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik pembuatan minyak makan merah. Pabrik ini akan memproduksi minyak goreng yang berasal dari buah sawit.
Namun, yang menarik dari produk pabrik ini adalah produk minyak goreng yang dihasilkan memiliki warna kemerahan, tidak seperti minyak goreng pada umumnya yang berwarna kuning keemasan.
Kok bisa minyak ini berwarna merah? Apakah aman dikonsumsi? yuk mari kita bahas di artikel dibawah ini.
Apa itu Minyak Makan Merah
Minyak makan merah ini adalah minyak goreng yang berasal dari sawit yang memiliki warna kemerahan tidak seperti minyak goreng sawit pada umumnya. Minyak ini diklaim lebih murah dengan gizi yang hampir sama seperti minyak goreng pada umumnya.
Bahasa Inggris dari minyak makan merah adalah Refined Palm Oil sama seperti minyak goreng pada umumnya. Refined memiliki beberapa arti, yaitu dihilangkan atau dimurnikan. Jadi secara bahasa Refined Palm Oil adalah Minyak sawit yang dimurnikan.
Lalu kenapa minyak makan ini berwarna merah bukan berwarna kuning keemasan seperti minyak goreng pada umumnya? karena minyak goreng yang kita konsumsi itu telah melewati proses penyulingan atau pemutihan yang mengubah warnanya menjadi kuning keemasan. Warna merah ini berasal dari kandungan karoten yang tinggi.
Proses Pembuatan Minyak Makan Merah
Proses pembuatan minyak sawit dilakukan dengan menekan TBS (Tandan Buah Segar) sawit menggunakan alat press hingga keluar minyak dari daging buahnya. Minyak kemudian
Pembuatan minyak goreng biasanya melewati dua proses penyulingan untuk mendapatkan warna keemasan. Namun, minyak makan merah ini hanya melewati proses penyulingan satu kali saja. Meskipun begitu, minyak makan merah ini tetap bisa digunakan untuk kegiatan menggoreng. Menggoreng makanan ya, bukan untuk menggoreng isu politik wkwkwk.
Karena hanya melewati satu proses penyulingan, maka minyak makan merah ini bisa lebih murah dan lebih cepat dalam hal produksi dibandingkan minyak goreng pada umumnya. Meskipun begitu, penjualannya masih dibatasi karena masih hanya ada 1 pabrik di Sumatera Utara yang sudah beroperasi.
Keunggulan Minyak Makan Merah
Minyak makan merah diklaim lebih murah daripada minyak goreng pada umumnya. Minyak makan merah memiliki harga Rp.15.000, sedangkan harga minyak goreng biasa pada saat ini memiliki harga di kisaran Rp. 16.000-17.000. Iya memang hanya berbeda 1000-2000 saja sih wkwkwk.
Tetapi, kehadiran minyak makan merah dapat memberikan alternatif minyak goreng untuk masyarakat. Saat harga minyak goreng biasa naik, maka masyarakat punya alternatif lain untuk menggoreng bahan makanan. Minyak makan merah ini juga bisa menormalkan harga minyak goreng biasa yang dirasa masih mahal saat ini. Demand turun -> Harga Turun.
Dari segi nutrisi, minyak makan merah ini diklaim dapat mencegah stunting. Menurut Tirto.id. Asam oleat dan linoeat pada minyak makan merah membantu perkembangan dan pembentukan otak. Selain itu, nutrisi seperti karoten yang mengandung vitamin A, tokoferol, tokotrienol (vitamin E), dan sequalene membantu proses transportasi dan metabolisme pada anak-anak.
Kelemahan Minyak Makan Merah
Meskipun memiliki manfaat untuk mencegah stunting, tetapi penggunaan minyak makan merah harus sewajarnya saja tidak boleh berlebihan.
Minyak makan merah tetaplah minyak goreng yang berasal dari kelapa sawit. Minyak dari kelapa sawit memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. Kolesterol yang terlalu banyak ditubuh akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang berakibat naiknya tekanan darah.
Selain itu, kandungan lemak jenuh pada minyak sawit sangat tinggi. Kandungan ini dapat menyebabkan penyakit jantung. Jadi jangan menggunakan minyak makan merah ini terlalu banyak ya. Selain itu, kurangi makan gorengan ya karena gorengan yang dijual dipinggir jalan terkadang memakai minyak goreng yang sama berulang kali sehingga kandungan gizinya menurun.
Referensi
Minyak Makan Merah Terbuat dari Apa? Ini Kandungan Gizinya (tirto.id)
%20(1).png)
Komentar
Posting Komentar